Cara menulis deskripsi produk yang menghasilkan penjualan

Situs yang berfungsi penuh dan dirancang dengan sangat baik belum cukup untuk menghasilkan penjualan. Deskripsi produklah yang mendorong pengunjung mengetuk tombol tambah ke keranjang, bukan desain situsnya.
Selama bertahun-tahun, saya menyadari bahwa desain dan fungsi situs hanyalah standar dasar yang diharapkan pengunjung. Deskripsi produk lebih berperan dalam mendorong penjualan. Jika kamu ingin lebih banyak pengunjung menambahkan produk ke keranjang, artikel ini untukmu.
Saya akan membahas:
- Hal-hal yang mendorong pembeli melakukan pembelian
- Copywriting dan perannya dalam meningkatkan tingkat konversi
- Tips menulis deskripsi produk yang bagus dan menghasilkan penjualan
Apa itu deskripsi produk dan apa tujuannya?
Deskripsi produk adalah hal yang membuat pelanggan memutuskan untuk membeli produk yang kamu jual. Meski gambar dan videomu bagus, deskripsi produklah yang membantu calon pembeli dan pelanggan menentukan pilihan, terutama saat mereka masih ragu.
Tujuan deskripsi produk bukan menjelaskan detail atau fitur produk, melainkan meyakinkan pelanggan untuk memilih produkmu dibandingkan produk pesaing.
Itulah mengapa deskripsi produk perlu ditulis dengan benar. Secara statistik, deskripsi produk yang bersifat umum tidak berpengaruh positif secara langsung terhadap niat beli. “Itu tidak masuk akal,” mungkin begitu tanggapanmu. “Saya kira deskripsi produk membuat konsumen membeli.”
Pengaruh deskripsi produk terhadap pembeli ternyata berbeda dari dugaan. Deskripsi produk mungkin tidak berhubungan langsung dengan niat beli, tetapi jelas berdampak positif pada keterlibatan emosional terhadap produk.
Keterlibatan emosional terhadap produk mengacu pada tingkat keterlibatan perasaan konsumen, yang ingin kita bangkitkan sebagai penjual dan pemasar.
Psikologi pembeli: apa yang mendorong seseorang membeli?
Semua orang membeli karena dorongan emosional. Kita hanya perlu menemukan pemicunya, lalu memanfaatkannya. Di bagian ini, saya akan membagikan enam pemicu yang akan membantumu menyusun deskripsi produk dengan pendekatan yang lebih tepat.
1. Orang membeli karena produk memenuhi kebutuhan emosional
Semua orang memiliki kekosongan emosional yang perlu diisi. Bisa berupa harga diri, martabat, penerimaan, rasa memiliki, dan banyak lagi. Ada pelanggan yang merasa bosan, ada pula yang ingin merasa “hidup”.
Kebutuhan emosional inilah yang harus kamu jawab dalam deskripsi produkmu. Berikut beberapa contoh kebutuhan tersebut dan produk yang paling tepat untuk memenuhinya.
- Kepercayaan diri dan harga diri: perhiasan, pakaian, sepatu, kosmetik
- Rasa berharga dan bernilai: kamu bisa menjual buku pelajaran, perlengkapan olahraga, atau perlengkapan melukis. Apa pun yang memungkinkan seseorang mempelajari keterampilan baru
- Kebahagiaan dan kedekatan: kamu bisa menjual produk yang mempererat hubungan, seperti mainan yang membantu orang tua membangun kedekatan dengan anak.
Berikut contoh yang bagus untuk menjawab kebutuhan emosional: “Jadilah dirimu sendiri dengan pakaian olahraga kami yang modis! Tunjukkan kemampuanmu kepada teman-temanmu!”
Berikut contoh lain untuk membangun kedekatan: “Mainan kami memudahkan orang tua sepertimu membangun hubungan yang langgeng dan menciptakan pengalaman berkesan bersama anak!”
Seperti yang terlihat, contoh-contoh ini menyentuh kebutuhan konsumen sasaran. Kalimat sederhana bisa sangat berpengaruh dalam mengubah pembaca menjadi pelanggan.
2. Orang membeli untuk mengikuti tren
Tren datang dan pergi. Sesekali, kamu perlu mempertimbangkan tren sebagai pemicu untuk meyakinkan pelanggan agar membeli.
Fokus deskripsi produkmu adalah membuat produk terlihat menarik dengan menunjukkan bahwa produk itu merupakan tren terbaru. Berikut beberapa contohnya:
- Kedelai kini jadi pengganti susu yang sedang tren!
- Ganti atap lamamu dengan atap baja berlapis batu terbaru kami
- Bergabunglah dengan 1 juta orang yang hidupnya telah kami ubah!
Salah satu trik utamanya adalah memanfaatkan FOMO, yaitu rasa takut ketinggalan. Fenomena ini pertama kali diperkenalkan pada 2004, saat ditemukan bahwa konsumen memiliki dorongan kompulsif untuk membeli secara impulsif.
Banyak pemasar memanfaatkan FOMO melalui aplikasi situs seperti penghitung waktu mundur, penawaran diskon terbatas, dan cara lainnya. Kamu juga bisa menggunakannya dalam deskripsi produk untuk meningkatkan tingkat konversi.
3. Orang membeli karena penawarannya sangat menguntungkan
Ada alasan mengapa McDonald’s dan banyak perusahaan lain menawarkan paket hemat: harganya lebih murah daripada membeli setiap item secara terpisah.
Nilai sebuah penawaran bukan sekadar harga, melainkan apa yang pelanggan dapatkan dengan harga yang dibayarnya. Ada ungkapan lama yang berbunyi, “Harga adalah apa yang kamu bayar, nilai adalah apa yang kamu dapatkan.”
Saat menulis deskripsi produk, fokuslah pada nilai yang kamu tawarkan kepada audiens atau konsumen sasaran. Terkadang, kamu perlu mencantumkan harga dalam deskripsi produk sebagai patokan bagi konsumen.
Untuk itu, selalu gunakan prinsip “apa untungnya”. Teks pemasaran atau deskripsi produkmu harus menjawab pertanyaan ini: Apa untungnya jika saya membeli ini?
Berikut beberapa contohnya:
- Dapatkan dua pasang kaus kaki dengan harga satu pasang! (Apa untungnya jika saya membelinya? Pelanggan mendapat dua produk, tetapi hanya membayar satu)
- Perlengkapan melukis lengkap dalam satu paket! (Apa untungnya jika saya membelinya? Pelanggan tidak perlu lagi bersusah payah mencari perlengkapan melukis lainnya)
- Namamu yang ada di kaus ini, bukan nama orang lain! (Apa untungnya jika saya membelinya? Pelanggan mendapat kaus unik yang hanya dimilikinya seorang di dunia)
Sebagai penjual, kamu memiliki ratusan, bahkan mungkin ribuan pesaing. Deskripsi produkmu perlu menekankan bahwa pelanggan akan jauh lebih hemat atau mendapatkan nilai lebih dengan membeli darimu dibandingkan membeli produk yang sama dari orang lain.
4. Orang membeli karena produk menyelesaikan masalahnya
Orang membeli untuk menyelesaikan masalah. Kamu harus memanfaatkan pemicu psikologis ini jika ingin meningkatkan penjualan. Misalnya, saya membeli perkakas listrik untuk mengatasi masalah dalam pekerjaan kayu saya.
Sebagai pembeli, saya tahu apa yang saya cari: bor listrik. Keputusan saya untuk membeli yang mana bergantung pada cara penjual menyajikan deskripsi produknya. Akhirnya, saya membeli paket bor listrik dan obeng impak, meskipun awalnya hanya menginginkan bor.
Penawaran ini menyelesaikan beberapa masalah berikut:
- Saya tidak perlu lagi mengganti mata bor. Satu alat bisa dipakai untuk mengebor dan yang lainnya untuk memasang sekrup
- Obeng impak bisa berputar ke dua arah sehingga dapat digunakan untuk memasang dan melepas sekrup
- Masalah anggaran: saya mendapatkan dua alat dengan biaya jauh lebih rendah
- Kompatibilitas: kedua alat ini menggunakan baterai yang sama
Seperti yang terlihat, saya hanya menginginkan bor listrik, tetapi penjual berhasil menyelesaikan masalah yang bahkan belum saya sadari sebagai pembeli saat itu.

Keterangan: Mata bor dari Amazon ini mengatasi kesulitan mengganti mata bor dengan satu tangan yang sering dihadapi pekerja konstruksi
Kamu bisa menerapkan hal yang sama di toko dropshipping atau e-commerce milikmu. Berikut beberapa contoh masalah yang bisa kamu atasi:
- Kesehatan: jual suplemen makanan yang membantu mengatasi masalah kesehatan
- Kebosanan: jual mainan yang menghibur, seperti permainan papan
- Pendidikan: jual balok susun dan puzzle yang mengasah otak anak serta meningkatkan keterampilan lokomotor
- Harga diri: jual pakaian modis yang membuat pemakainya tampil menonjol
Setiap produk menyelesaikan suatu masalah. Selalu ingat bahwa kamu menjual solusi, bukan produk. Jika ini menjadi pola pikir dasarmu dalam pemasaran, kamu akan lebih mudah menyusun deskripsi produk yang meyakinkan dan menghasilkan penjualan.
5. Orang membeli karena kelangkaan atau rasa mendesak
Investopedia menjelaskan konsep ini dengan sangat baik: prinsip kelangkaan. Teori ini membantu kita memahami hubungan antara harga dan permintaan. Dalam kaitan ini, kita mengenal hukum penawaran dan permintaan, dan kita harus memanfaatkannya.
Apa itu hukum penawaran dan permintaan? Berikut penjelasan singkatnya:
- Jika permintaan rendah dan pasokan tinggi, harga akan turun
- Jika permintaan tinggi dan pasokan rendah, harga akan naik
Sebagai penjual, kita tidak bisa mengendalikan permintaan, tetapi kita bisa melakukan sesuatu untuk mengendalikan persepsi tentang ketersediaan produk.
Orang tidak ingin ketinggalan. Mereka menyalahkan diri sendiri karena tidak membeli barang saat masih tersedia. Karena itu, kelangkaan produk menjadi pemicu psikologis untuk membeli.
Saran saya, jual produk dengan memberi kesan bahwa penawarannya akan segera berakhir. Kamu bisa melakukannya dengan:
- Mencantumkan sedikit stok saja di tokomu, misalnya hanya lima unit per produk
- Membuat penawaran diskon yang hanya berlaku selama 24 jam
- Membuat paket produk dan promo lain yang segera berakhir
Kamu juga bisa menggunakan taktik lain, seperti menetapkan harga tetap selama masa promosi, menunjukkan bahwa beberapa pelanggan baru saja membeli produk tersebut, menawarkan diskon besar untuk 50 orang pertama, dan masih banyak lagi.
Saat menerapkan prinsip kelangkaan ini, deskripsi produkmu harus menjawab pertanyaan: Apa yang akan saya lewatkan jika tidak membelinya sekarang?
6. Orang membeli demi kemudahan, kenyamanan, atau memanjakan diri
Hidup itu sulit, dan setiap orang yang bekerja menginginkan kenyamanan atau kemudahan. Sebagian ingin memanjakan diri. Dalam pendekatan ini, faktor psikologis pembeli yang perlu kamu pikirkan adalah: “Saya layak mendapatkan ini.”
Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
- Harga mencerminkan kemewahan: semakin mahal produknya, semakin pembeli merasa memanjakan diri
- Eksklusivitas: orang yang menjadi bagian dari kelompok tertutup merasa dirinya istimewa. Prinsip yang sama berlaku dalam pemasaran. Jika produkmu hanya tersedia untuk anggota, kamu memicu respons psikologis untuk membeli eksklusivitas tersebut.
- Merek mendorong penjualan: kamu harus membangun merek dan gaya komunikasi yang memberi kesan mewah. Kamu bisa bekerja sama dengan influencer dan model untuk membuat foto produk dan membangun persepsi kemewahan ini.
Kemewahan bukan satu-satunya hal yang bisa kamu tonjolkan dalam strategi pemasaran ini. Semua orang menginginkan kenyamanan. Seperti saat menawarkan solusi masalah, deskripsi produkmu perlu menegaskan bahwa produkmu bisa menghilangkan kesulitan.
Dasar copywriting: menulis deskripsi produk yang menjual
Apa itu copywriting?
Ada berbagai definisi copywriting. Menurut saya, copywriting adalah gaya penulisan yang meyakinkan seseorang untuk bertindak. Tindakan seperti apa? Berikut beberapa contohnya:
- Berlangganan email
- Membeli produk
- Mencoba perangkat lunak
- Mendaftarkan akun
Seperti yang terlihat, ada banyak hal yang kita ingin konsumen sasaran lakukan. Beberapa toko online bahkan meminta pengunjung situs mengikuti kuis atau memutar roda permainan.
Semua materi pemasaran termasuk teks persuasif, selama kata-katanya mendorong orang yang melihat atau membacanya untuk melakukan sesuatu. Tujuannya adalah mendorong pengunjung situs melakukan tindakan yang menguntungkan halaman produk atau toko online kita.
Dalam dropshipping dan e-commerce, teks pemasaran adalah tulisan yang mendorong konversi. Jika kamu menulisnya dengan benar, saya bisa menjamin bahwa kinerja penjualanmu akan meningkat.
Bagian teks pemasaran: 4 unsur deskripsi produk yang baik
Di bagian ini, saya akan membahas empat bagian utama teks pemasaran produk. Saya perlu menegaskan bahwa semuanya wajib ada. Jika kamu menulis deskripsi produk, keempat bagian ini harus ada.
1. Judul
Judul adalah nama yang kamu berikan pada produkmu. Dulu, penjual hanya memakai judul dan penamaan sederhana seperti “sepatu karet merah”. Pendekatan seperti ini tidak lagi efektif sekarang.
Lihat tangkapan layar di bawah ini:

Bagian yang ditandai merah adalah judul. Seperti yang terlihat, judul tersebut menggunakan beberapa frasa seperti:
- Sneakers modis
- Sepatu tenis dan lari
- Sepatu jalan tanpa tali untuk wanita
Frasa-frasa ini disebut kata kunci. Judul halaman produkmu harus memuat kata-kata tertentu yang kemungkinan akan diketik pelanggan di kotak pencarian.
Mengapa? Karena kata-kata itu membantu mesin pencari mencocokkan judul produkmu dengan maksud pencarian pengguna. Selain itu, judul produk adalah hal pertama yang dilihat pelanggan dalam hasil pencarian. Kamu perlu judul yang sesuai dengan kebutuhan konsumen sasaran.
Dalam judul produkmu, gunakan kata-kata yang sesuai dengan apa yang dicari pelanggan, bukan sekadar gambaran umum tentang produk tersebut.
2. Sebutkan masalah dan solusinya
Dalam dunia bisnis dan kewirausahaan, satu-satunya alasan seseorang menyerahkan uang kepada orang lain adalah: produk tersebut menyelesaikan masalah.
Kamu lapar? Itu masalah. Ini hamburger untukmu. Hamburger ini adalah solusi untuk rasa laparmu. Sebagai gantinya, kamu memberikan uangmu kepada saya.
Dalam dropshipping dan e-commerce, kamu harus menggunakan prinsip yang sama saat menulis teks pemasaran. Sebutkan masalahnya, lalu tawarkan produkmu sebagai solusi.
Misalnya, kamu menjual alat dapur yang memotong kentang menjadi bentuk kentang goreng seperti ini:

Tidak cukup hanya mengatakan bahwa produk tersebut terbuat dari plastik berkualitas tinggi. Kamu harus menyebutkan masalah yang diselesaikannya. Jika saya menulis teks pemasarannya, hasilnya akan seperti ini:
“Berhentilah membuang waktu memotong kentang secara manual agar ukurannya sama! Gunakan alat pemotong kentang kami untuk mendapatkan potongan kentang yang seragam hanya dengan sekali tekan!”
Seperti yang terlihat, masalah yang saya coba atasi adalah:
- Waktu yang terbuang
- Ukuran potongan yang tidak seragam saat menggunakan pisau
Lalu, saya menawarkan solusinya: alat yang memotong kentang dengan ukuran seragam hanya dengan sekali tekan. Jika dipikirkan, teks yang saya tulis jelas bisa meningkatkan penjualan karena memberi tahu orang yang melihat produk tentang masalah yang akan diselesaikannya!
3. Menjawab keraguan
Konsumen memiliki banyak keraguan. Berikut yang paling umum:
- Waktu dan biaya pengiriman
- Kualitas produk
- Pesaing/pilihan yang lebih baik
- Pengembalian dana dan jaminan
Ada banyak keraguan yang mungkin dimiliki konsumen, dan sayangnya kita tidak mungkin menjawab semuanya. Namun, deskripsi produkmu setidaknya harus memberi kejelasan tentang empat hal yang saya sebutkan tadi.
4. Ajakan bertindak
Bagian terakhir teks pemasaran adalah ajakan bertindak, yang dalam pemasaran biasa disebut CTA. Ajakan ini meminta pembaca melakukan tindakan tertentu.
Berikut contoh yang paling umum:
- Tambahkan ke keranjangmu sekarang!
- Tonton video demo ini!
- Ada pertanyaan? Kirimkan kepada kami!
Ajakan bertindak ibarat seruan penutupmu. Setelah konsumen membaca deskripsi produkmu, kamu harus memberi tahu apa yang perlu mereka lakukan selanjutnya. Anggap ini sebagai dorongan terakhir untuk bertindak, agar mereka menjadi calon pelanggan yang sangat berminat atau pelanggan yang membeli.
Tips menulis deskripsi produk beserta contohnya
Di bagian ini, saya akan memberikan beberapa contoh penerapan hal-hal yang telah kita pelajari tentang penulisan deskripsi produk.
1. Jual solusinya, bukan produknya
Jangan menjual produkmu. Jual solusinya, karena solusi memberi calon pembeli lebih banyak alasan untuk membeli sekarang. Berikut contoh yang bagus untuk dompet RFID.
Suatu hari, seseorang akan meretas pita magnetik kartu kreditmu dan memakai informasi itu untuk berbelanja dengan kartu kreditmu. Pertanyaannya bukan apakah itu akan terjadi, tetapi kapan.
Peretasan adalah masalah nyata, dan kamu kemungkinan akan menjadi korbannya suatu hari nanti. Atasi masalah itu sekarang dengan dompet RFID kami.
Dompet RFID kami memblokir sinyal RFID yang dipancarkan kartu kreditmu. Tanpa sinyal, tidak ada peretasan. Lindungi dirimu dan data keuanganmu, karena tidak ada orang lain yang akan melakukannya untukmu.
2. Tampilkan manfaatnya, bukan fiturnya
Dari pengalaman saya, kebanyakan pemasar menganggap mencantumkan fitur produk saja sudah cukup. Jika ingin menulis deskripsi produk yang menjual, fokuslah pada manfaat produk atau kegunaan fiturnya bagi pembeli.
Misalnya, kamu menjual ponsel. Salah satu fiturnya adalah RAM 8GB. Jika deskripsi produkmu hanya menyebutkan itu, pembeli mungkin bahkan tidak memahami kegunaan RAM 8GB.
Lebih baik tulis:
Ponsel ini memiliki RAM 8GB, sehingga cukup bertenaga untuk menjalankan game yang paling berat sekalipun, seperti Alien Isolation, Genshin Impact, dan Grid Autosport!
Jangan terus kalah dari teman dan lawanmu! RAM 8GB pada ponsel ini memastikan proses game berjalan lancar di latar belakang saat kamu menghabisi musuh dalam permainan!
3. Paparkan masalah dan keluhan pembeli
Orang memang mencari produk karena sudah menyadari masalahnya. Namun, sebagai pemasar, kamu harus membahas masalah tersebut dan menyebutkan keluhan yang ingin kamu atasi.
Jika kamu menjual drone, keluhan yang paling umum berkaitan dengan:
- Daya tahan baterai
- Kejernihan kamera
- Jangkauan kendali jarak jauh
- Kecepatan
Dalam hal ini, kamu perlu menunjukkan bahwa produkmu bisa menyelesaikan masalah tersebut. Berikut cara saya menulis deskripsi produknya:
“Drone kami tahan hingga satu jam dalam penggunaan intensif, berbeda dengan drone biasa yang hanya memberikan waktu terbang sekitar 30 menit.”
“Rekam video ultra HD 4K dari ketinggian hingga 100 kaki! Drone kami memungkinkanmu merekam video berkualitas profesional, cocok untuk YouTuber dan videografer profesional!”
“Kamu tidak perlu berlari mengejar drone untuk mengendalikannya. Drone kami memiliki jangkauan lebih dari 200 yard, sedangkan produk pesaing hanya menawarkan jangkauan kendali jarak jauh 100 yard!”
4. Sentuh emosi dan dorong respons
Tips terakhir di bagian ini adalah menggugah emosi pembeli. Lalu, pastikan kamu memberi pembeli kesempatan untuk meresponsnya. Ada banyak emosi yang bisa kamu sentuh, seperti keserakahan, iri hati, ketakutan, rasa bersalah, cinta, kepedulian terhadap sesama, dan sebagainya.
Berikut beberapa contohnya:
- Ketakutan: jangan biarkan tikus menguasai hidupmu! Gunakan perangkap tikus kami yang tidak menyiksa hewan sekarang!
- Kepedulian terhadap sesama: setiap botol yang kamu beli membantu seorang anak mendapatkan makanan untuk sehari.
- Kebanggaan: ingin terlihat cerdas? Berpakaianlah dengan cerdas!
Kuncinya adalah memahami pelanggan sasaranmu terlebih dahulu. Buat daftar karakteristik mereka, termasuk perasaan mereka terhadap berbagai hal dan diri sendiri. Setelah daftar ini siap, kamu bisa mulai menulis deskripsi produk yang menyentuh emosi tersebut.
Tanya jawab: cara menulis deskripsi produk yang menghasilkan penjualan
Seperti apa deskripsi produk yang baik dan contohnya?
Kamu bisa menemukan deskripsi produk yang baik beserta contohnya di berbagai bagian di atas. Idealnya, deskripsi produkmu harus mengidentifikasi masalah, menggugah emosi pelanggan, dan menawarkan solusi.
Apa saja langkah menulis deskripsi produk?
Langkah menulis deskripsi produk yang baik adalah memulai dengan masalah, menekankan dampak masalah itu, menawarkan produkmu sebagai solusi, lalu menulis ajakan bertindak.
Apa yang harus saya tulis dalam deskripsi produk?
Tuliskan apa yang bisa dilakukan produkmu dan masalah yang diselesaikannya. Fitur produk juga harus dicantumkan, tetapi berikan penekanan lebih pada manfaat membeli produkmu.
Bagaimana format deskripsi produk?
Format deskripsi produk yang tepat mencakup unsur berikut: judul, masalah, solusi, detail teknis, jawaban atas keraguan, dan ajakan bertindak.
Penutup
Orang saat ini memang lebih menyukai video dan gambar, tetapi bukan berarti mereka tidak membaca. Mereka tetap membaca. Karena itu, deskripsi produk adalah kunci untuk meningkatkan tingkat konversi toko dropshipping atau e-commerce milikmu.
Kemampuan copywriting yang baik berkembang seiring pengalaman. Setidaknya, saya sangat menyarankanmu berfokus pada empat aspek teks pemasaran yang baik. Ada banyak sumber belajar yang bisa kamu gunakan untuk memperbaiki tulisanmu, jadi jangan khawatir jika hasilnya belum tepat saat ini.
Jangan takut mengubah atau menyunting teks produkmu! Saya mendorongmu untuk terus menulis ulang deskripsi produkmu hingga menemukan rumusan yang tepat dan tulisanmu mulai mengubah pembaca menjadi pembeli!





