Pembuat judul: cara membuat judul produk terbaik

Bagaimana cara menulis judul produk yang membuat orang mengeklik dan membeli? Hari ini, kamu akan mempelajari enam praktik terbaik untuk menulis judul produk yang efektif.
Judul produk dan gambar mini saling mendukung. Semua konsumen memutuskan untuk mengeklik berdasarkan dua faktor saja: judul dan gambar produk. Jika kamu menguasai keduanya, tingkat konversimu akan meningkat.
Sebelum membahas hal lain, kamu perlu memahami psikologi di balik judul produk. Jadi, mari mulai dari sudut pandang ini.
Psikologi di balik judul produk

Judul produk adalah hal pertama yang dilihat orang setelah gambar mini. Kata-kata dalam judul juga menjadi istilah yang dicari orang saat mencari produk.
Karena itu, judul produk menjadi komponen penting dalam strategi pemasaranmu. Judul harus menyentuh emosi konsumen dan memengaruhi keputusan pembelian mereka. Produkmu mungkin bagus, tetapi konsumen tidak akan membelinya jika judulnya kurang menarik.
Judul produk harus menggunakan apa yang disebut psikolog sebagai “bahasa yang menggugah”.
Kata-kata ini memiliki fungsi berikut:
- Membuat orang membayangkan seperti apa produknya
- Menjelaskan fungsi produk kepada orang yang melihatnya
- Membuat konsumen membayangkan penggunaan produk
- Membangkitkan emosi, terutama yang positif, untuk meyakinkan konsumen agar membeli
Bandingkan dua judul produk ini:
- Drone mainan model 1150-A20
- Drone 8K waktu terbang 20 menit dengan kemampuan melayang stabil
Terlihat bedanya? Judul pertama tidak memberi informasi berarti kepada konsumen. Sebaliknya, judul kedua sesuai dengan keinginan konsumen yang dituju.
Judul tersebut memberi tahu orang yang melihat produk bahwa:
- Drone memiliki kamera beresolusi 8K sehingga hasil pengambilan gambarnya jernih
- Drone bisa terbang selama 20 menit sehingga tidak perlu terus-menerus diisi daya
- Drone bisa melayang dengan stabil di udara sehingga tidak perlu membeli aksesori tambahan untuk menstabilkannya
Keduanya bisa saja merupakan produk yang sama, tetapi judul kedua akan mendapat lebih banyak perhatian dan tingkat konversi yang lebih tinggi. Inilah cara memanfaatkan psikologi pembeli melalui judul produk. Kita akan membahas unsur-unsur ini lebih lanjut pada bagian berikutnya.
Unsur judul produk yang bagus
Sebelum menyusun judul produk, ada enam hal yang perlu kamu pertimbangkan. Keenam faktor ini akan membantumu membuat judul yang menarik sekaligus meyakinkan.
1. Harus menawarkan solusi

Judul produk harus langsung memberi tahu konsumen masalah apa yang bisa diatasi produk tersebut. Pada tangkapan layar di atas, judulnya menawarkan beberapa solusi.
- Memompa ban
- Mudah dibawa
- Bisa digunakan untuk berbagai ban
- Menampilkan hasil pengukuran tekanan
- Aman karena bisa mati secara otomatis
Teks yang menjelaskan solusi juga memberi produkmu peluang untuk mendapat peringkat di mesin pencari, bukan hanya di Amazon, tetapi juga secara global.

Gambar di atas menampilkan hasil pencarian dari Google Trends. Grafik garis tersebut menunjukkan bahwa istilah “pompa ban” memiliki volume pencarian. Orang mencari produk ini, jadi frasa yang menjelaskan solusi tersebut harus ada dalam judul produkmu.
Berikut beberapa contoh lain judul produk dengan teks yang menjelaskan solusi:
- Penutup telinga peredam bising
- Tumbler tahan bocor
- Wajan antilengket
- Mesin penyeduh kopi yang bisa diprogram
Kata-kata seperti ini membuat produkmu menonjol. Jika sesuai, gunakan huruf kapital pada bagian judul ini.
Teks ini bisa ditempatkan tepat setelah nama merek atau sebelum nama barang. Misalnya, kamu bisa menulis “Wajan penggorengan antilengket”. Sejak awal, pembaca akan tahu masalah apa yang diatasi produk dan apa kegunaannya.
Jika produkmu muncul di hasil pencarian dengan judul seperti ini, peluangnya mendapat klik lebih besar daripada produk dengan judul yang sederhana.
2. Gunakan nama barang dan kategori

Kamu harus menyebutkan nama barang karena itulah yang diketik konsumen di kolom pencarian kata kunci. Nama kategori penting agar produkmu muncul dalam kategori tertentu di Amazon atau Google Shopping.
Nama barang harus menjelaskan jenis produk dan kegunaannya. Jangan mengakali sistem, misalnya menyebut produk sebagai headset padahal sebenarnya earbud. Begitu juga, jangan gunakan istilah “nirkabel” jika produknya bukan perangkat nirkabel.
Untuk nama kategori, kamu bisa menggunakan istilah seperti:
- Busana wanita
- Pakaian pria
- Mainan anak
Misalnya, kamu bisa menggunakan judul produk seperti “Sepatu kulit busana pria”. Nama kategori dalam judul produk memperjelas jenis produk dan siapa penggunanya bagi konsumen.
Sebaiknya gunakan juga beberapa sebutan umum untuk nama barang, terutama jika produk dikenal dengan berbagai nama.
Berikut beberapa contohnya:
- Blus wanita, atasan, tunik
- Sepatu kulit pria, loafer, sepatu formal
Istilah pencarian dan kata kunci tidak hanya meningkatkan peringkat produk, tetapi juga menarik lebih banyak konsumen. Terkadang, seseorang secara khusus mencari loafer untuk hadiah, padahal ia sendiri tidak tahu seperti apa sepatu loafer itu.
Jika ia hanya melihat “sepatu kulit” dalam judul produk, ia akan melewatinya karena tidak tahu bahwa loafer dan sepatu kulit adalah barang yang sama.
3. Sebutkan nama merek

Nama merek hanya penting jika kamu menjual produk bermerek. Nama ini membangun kredibilitas, terutama bagi orang yang mementingkan merek.
Gambar di atas mencantumkan “Anker”, produsen aksesori elektronik yang sudah dikenal. Jika kamu melihat nama penjualnya, produk itu dijual oleh produsennya sendiri. Meski begitu, mereka tetap menambahkan nama merek di awal judul produk.
Mereka melakukannya karena tahu bahwa nama tersebut memengaruhi keputusan pembeli. Tentu saja, ini hanya masuk akal jika merek yang kamu jual memiliki reputasi positif.
Berikut beberapa tips tambahan untuk menggunakan nama merek:
- Gunakan hanya jika mereknya populer
- Letakkan nama merek di bagian paling awal judul produk
- Jangan menyesatkan konsumen. Jangan gunakan nama merek jika produkmu tidak sesuai dengan klaimmu
Sebagian penjual menggunakan nama merek, tetapi barang yang dijual palsu. Meski taktik tercela ini bisa berhasil, kamu akan menghadapi konsekuensi serius di kemudian hari. Pelanggan akan mengajukan pembatalan transaksi kartu terhadapmu karena penipuan. Pada akhirnya, kamu tidak akan lagi memenuhi syarat untuk menerima pembayaran kartu kredit, siapa pun penyedia pemrosesan pembayaranmu.
Kamu hanya boleh menggunakan nama merek jika produkmu kompatibel dengan produk merek tersebut atau memang berasal dari merek itu. Misalnya, jika produkmu adalah pelindung layar yang kompatibel dengan iPhone 16, tidak masalah mencantumkan iPhone 16 dalam judul produkmu.
4. Gunakan kata kunci yang dicari orang

Judul produk di atas menggunakan beberapa kata kunci yang membuatnya bisa ditemukan melalui pencarian.
Kata kunci tersebut adalah:
- Pembersih wajah berbusa
- Pembersih wajah
- Sabun cuci muka harian
- Kulit berminyak
- Asam hialuronat
- Ceramide
- Niacinamide
- Tanpa pewangi
Semua kata kunci ini diindeks dalam basis data pencarian Amazon sehingga produk bisa ditampilkan saat seseorang mencarinya. Google juga akan melakukan hal yang sama pada judul produk di tokomu.
Kata kunci sangat penting dalam pemasaran. Berjualan online sangat berbeda dengan berjualan di toko fisik. Di toko fisik, orang datang lalu mencari produk. Di internet, orang bahkan tidak akan menemukan tokomu jika kamu tidak menggunakan kata kunci, kecuali kamu mengeluarkan uang untuk iklan.
Untuk melakukannya, buat daftar karakteristik produkmu. Bayangkan apa yang kemungkinan diketik konsumen di kolom pencarian saat mencari produk seperti milikmu.
Jika kamu menjual balok susun untuk anak, menggunakan istilah “balok susun anak” saja dalam judul tidak cukup.
Kamu bisa menggunakan kata kunci seperti:
- Puzzle anak
- Aktivitas asah otak anak
- Mainan anak usia 1 hingga 3 tahun
- Hadiah mainan untuk anak
Jangan gunakan semuanya. Pilih beberapa lalu gabungkan menjadi judul yang padu. Kamu bisa menggunakan Google Trends untuk riset. Berikut contoh yang bagus:

Di bawah grafik ini, ada kata kunci lain yang menurut Google sedang dicari.

Jika produkmu sesuai dengan salah satu kata kunci ini, seperti “balok susun kardus”, gunakan kata kunci tersebut agar produk lebih mudah ditemukan, baik di Google Search maupun Google Shopping.
5. Fitur terbaik produk

Setiap produk memiliki fitur. Fitur terbaik produk di atas adalah tujuh port yang tersedia. Ini langsung memberi tahu pembeli bahwa ia bisa menghubungkan hingga tujuh perangkat ke hub USB ini.
Fitur penting lainnya adalah panjangnya yang mencapai 3.3 kaki. Ini penting karena beberapa penataan komputer membutuhkan kabel panjang.
Kamu perlu melakukan hal serupa pada judul produkmu jika ingin mendapatkan klik. Satu atau dua fitur sudah cukup. Jangan memaksakan terlalu banyak fitur karena judulmu bisa menjadi sulit dibaca.
6. Gunakan huruf kapital untuk penekanan
Gunakan tata bahasa yang benar saat menulis judul produk. Nama diri harus diawali huruf kapital. Huruf pertama pada kata pertama juga harus kapital karena teks ini merupakan judul.
Dalam beberapa situasi, huruf tertentu tidak boleh ditulis kapital. Hal ini akan dijelaskan secara terperinci pada bagian berikutnya.
Kamu boleh menggunakan HURUF KAPITAL untuk beberapa kata saja, tetapi jangan untuk seluruh judul. Google tidak menyukainya, dan sistemnya akan menganggap kontenmu sebagai spam. Jika ini terjadi, kamu kehilangan peluang untuk mendapat peringkat di mesin pencari.
Hal yang harus dihindari dalam judul produk
Ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan dalam judul produk karena bisa mengurangi peluang penjualan. Meski kamu melihat sebagian penjual melakukannya, bukan berarti itu praktik bisnis yang baik.
1. Jangan gunakan huruf kapital seluruhnya
JUDUL PRODUK YANG SELURUHNYA MENGGUNAKAN HURUF KAPITAL SULIT DIBACA.
Bukan berarti penggunaan huruf kapital itu salah. Ada situasi tertentu yang memerlukannya, dan kamu harus menggunakannya jika memang diwajibkan oleh kaidah bahasa.
Berikut beberapa contohnya:
- USB 3.0 dengan 7 port
- Oven pemanggang BBQ portabel
- Pengisi daya ponsel Android SAMSUNG
Pada contoh di atas, USB dan BBQ memang harus ditulis dengan huruf kapital karena begitulah penulisan yang lazim. Huruf kapital lainnya tidak berkaitan dengan kaidah penulisan judul, seperti kapitalisasi pada awal kata.
Samsung ditulis dengan huruf kapital untuk menonjolkan mereknya. Sebenarnya, nama Samsung tidak memiliki gaya penulisan khusus, berbeda dengan merek seperti LG yang kedua hurufnya ditulis kapital, atau FedEx yang huruf “F” dan “E”-nya harus kapital.
2. Jangan gunakan kata sifat subjektif
Kata sifat subjektif menyatakan penilaian yang bukan fakta, melainkan pendapat.
Berikut beberapa contohnya:
- Terbaik
- Indah
- Favorit
- Lezat
Kamu tidak bisa membuktikan bahwa produkmu adalah yang terbaik, atau bahkan bahwa produk itu indah. Penilaian tersebut ada di tangan pembeli. Meski banyak penjual menggunakan kata-kata seperti ini untuk SEO, kamu tidak perlu menirunya.
Jika melakukannya, produkmu akan terkesan murahan dan tidak dapat dipercaya. Lagi pula, untuk apa menggunakan kata-kata itu jika produknya memang indah, terbaik, atau lezat?
Ganti kata sifat subjektif dengan informasi faktual, seperti baterai 10,000 Mah atau “kabel sepanjang 3 kaki”.
3. Jangan menyesatkan pembaca

Meski orang-orang tampaknya tidak mempermasalahkannya, sebaiknya jangan gunakan kata-kata yang menyesatkan konsumen. Produk pada gambar di atas menggunakan istilah “berukuran ekstra besar”. Jelas, ukurannya tidak ekstra besar dan tidak muat untuk enam orang.
Panjang kolam itu hanya 120 sentimeter atau sekitar empat kaki, jadi bagaimana bisa disebut ekstra besar? Gambar kedua menggunakan istilah seperti “kolam anjing”, “bak mandi”, “berukuran ekstra besar”, dan sebagainya. Semua itu tentu tidak benar.
Meski sebagian besar konsumen mungkin tidak mempermasalahkan deskripsi seperti ini, ada juga yang keberatan. Berikut komentar dari pembeli kolam pertama yang merasa tidak puas.

Pembeli ini mengeluh bahwa kolam yang disebut “sangat besar” ternyata sama sekali tidak besar. Baca komentarnya dan kamu akan melihat bahwa pelanggan tersebut menyebut istilah “sangat besar” beberapa kali, dan ia sama sekali tidak senang.
4. Jangan gunakan nama artistik untuk barang biasa
Meski terdengar menarik dan lucu, kebanyakan konsumen saat ini mencurigai nama seperti itu karena terkesan tidak jujur. Selain itu, kamu berisiko menggunakan nama yang sudah terdaftar sebagai merek dagang.
Nama artistik hanya masuk akal jika kamu menjual karya seni. Misalnya, jika kamu menjual cetakan kanvas atau poster bergambar seekor burung melalui dropship, kamu bisa menamainya “Cinta yang hilang”, lalu melanjutkannya dengan judul produk yang sebenarnya.
Perlukah meniru judul produk penjual di Amazon dan AliExpress?

Ada teknik yang banyak digunakan penjual di Amazon dan AliExpress. Jika kamu membaca judul di atas, ada beberapa nama merek komputer yang disebutkan, padahal produknya bukan laptop atau komputer.
Penjual melakukannya untuk memberi tahu pembaca dan mesin pencari bahwa produk tersebut adalah hub USB yang kompatibel dengan merek-merek itu.
Teknik ini disebut penjejalan kata kunci. Meski merupakan praktik yang buruk, teknik ini terkadang bisa berguna asalkan dilakukan dengan hati-hati dan tujuan yang jelas.
Perlukah kamu melakukan hal yang sama pada judul produkmu? Jawabannya, “tergantung”. Jika kamu menjalankan dropshipping di Amazon, kamu harus menggunakan teknik yang sama. Tidak ada cara lain. Produkmu tidak akan bisa bersaing jika kamu tidak melakukannya.
Berikut manfaat teknik ini di Amazon:
- Peringkat yang lebih baik di mesin pencari
- Gambar minimu lebih menarik untuk diklik saat pelanggan melihat merek-merek tersebut
- Kamu bisa menargetkan kata pencarian tertentu
Ingat, kamu harus mengawali judul dengan nama produk yang sebenarnya. Contoh di atas menyebutkan “Hub USB 3.0 dengan 7 port”. Di antara kumpulan gambar mini, konsumen tetap bisa membaca jenis produknya, sementara nama merek hanya menjadi pendukung.
Namun, teknik ini umumnya tidak disarankan jika kamu berjualan secara mandiri di toko dropshipping Shopify-mu. Tidak ada alasan untuk melakukannya karena kamu tidak sedang bersaing memperebutkan perhatian konsumen.
Orang yang berada di halaman produk Shopify-mu hanya bisa melihat produkmu. Tidak perlu menambahkan nama-nama merek ini karena pengunjung tetap akan membaca deskripsi produkmu.
Menggunakan teknik yang sama di toko Shopify mandirimu juga akan membuat halaman produk terlihat tidak profesional. Halamannya akan tampak berantakan dan membingungkan sehingga konsumen bisa meninggalkan tokomu.
Alat gratis untuk membuat dan mengoptimalkan judul
Menulis judul produk yang bagus adalah seni sekaligus keterampilan. Keterampilan ini disebut penulisan naskah pemasaran. Daripada mempelajarinya dari awal, sebaiknya gunakan perangkat lunak yang sudah tersedia.
Ada banyak alat pembuat dan pengoptimal judul di internet, tetapi kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk alat pembuat judul. AI bisa digunakan secara gratis tanpa batas, jadi kamu bisa memilih antara ChatGPT dan Google Gemini.
1. ChatGPT

Ketepatan instruksi yang kamu berikan memengaruhi jawaban ChatGPT. Instruksi ini pada dasarnya adalah perintah tentang apa yang ingin kamu minta untuk dikerjakan.
Jika kamu menghapus “kabel sepanjang 3 kaki” dari instruksimu, AI tidak akan menyertakannya. Namun, AI bisa menyertakan teks yang tidak kamu minta:

Tangkapan layar di atas menggunakan istilah seperti “transfer data”, “untuk beberapa perangkat”, dan “kompatibel” yang tidak tercantum dalam instruksi. Kamu bisa memutuskan untuk mempertahankan atau menghapusnya.
2. Google Gemini

Untuk keperluan ini, Gemini sedikit lebih baik daripada ChatGPT. Gambar di atas menggunakan instruksi yang sama, tetapi Gemini menawarkan lebih banyak pilihan. Beberapa judul berfokus pada kecepatan dan jumlah port hub, sedangkan kelompok kedua berfokus pada kompatibilitas.
Jika kamu menggulir ke bawah, ada pilihan lain yang menonjolkan fungsi. Kelompok terakhir jauh lebih lugas dan ringkas.

Jika kamu sedikit mengubah instruksinya, Gemini juga akan memberikan hasil baru.

Perbedaan antara instruksi pertama dan kedua adalah adanya perintah khusus pada instruksi kedua untuk memasukkan semua kata ke dalam judul produk.
Kamu mungkin melihat bahwa Gemini menggunakan istilah seperti universal, kompatibilitas luas, dan untuk beberapa perangkat, meski tidak dicantumkan dalam instruksi.
3. Ahrefs Product Title Builder

Ahrefs pada dasarnya adalah alat riset kata kunci. Alat-alatnya mahal, tetapi pembuat judul produknya gratis. Perbedaan utama antara Ahrefs dan alat AI lainnya adalah kamu bisa mengunggah gambar ke Ahrefs untuk dianalisis oleh AI-nya.


Setelah mengunggah gambar dan teks, kamu bisa memilih “gaya bahasa” yang akan digunakan. Klik tombol buat untuk melihat hasilnya.

Ada tiga versi judul produk, dan AI juga membuat nama produk atas inisiatifnya sendiri, seperti PowerHub 7 dan ChargeMaster. Ini menarik, tetapi berhati-hatilah menggunakan nama tersebut karena mungkin sudah ada yang memakainya.
Periksa di internet apakah nama-nama ini sudah digunakan. Jika sudah, pilih nama lain. Ahrefs juga memiliki alat AI untuk membuat deskripsi produk. Gunakan bersama pembuat judul agar kamu mendapatkan naskah pemasaran lengkap untuk produk dropshipping-mu!
Ringkasan
Judul produk adalah hal berikutnya yang dilihat orang setelah gambar. Jika kamu tidak menjelaskan fungsi produk atau keistimewaannya, pengunjung kemungkinan akan mengeklik produk lain dari pesaingmu.
Sebagian besar produk di Tradelle menerapkan prinsip-prinsip judul produk ini. Kamu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk meriset kata kunci karena Tradelle sudah melakukannya. Dengan alat ini, kamu tidak perlu lagi menggunakan pembuat judul. Coba sekarang, GRATIS!





