Apa yang membuat produk dropshipping viral?

Setiap dropshipper ingin sukses, tetapi membangun toko online yang menguntungkan melibatkan banyak hal, mulai dari persaingan ketat, tuntutan layanan pelanggan, hingga menjangkau audiens yang tepat. Memilih produk yang tepat untuk dijual merupakan salah satu langkah terpenting agar tokomu mulai mendapat perhatian dan akhirnya mencapai pertumbuhan yang terukur. Sebaliknya, salah memilih produk bisa membuat penjualan minim atau bahkan nihil, anggaran iklan terbuang, dan pelanggan mengeluh.
Setiap dropshipper ingin sukses, tetapi membangun toko online yang menguntungkan melibatkan banyak hal, mulai dari persaingan ketat, tuntutan layanan pelanggan, hingga menjangkau audiens yang tepat. Memilih produk yang tepat untuk dijual merupakan salah satu langkah terpenting agar tokomu mulai mendapat perhatian dan akhirnya mencapai pertumbuhan yang terukur. Sebaliknya, salah memilih produk bisa membuat penjualan minim atau bahkan nihil, anggaran iklan terbuang, dan pelanggan mengeluh.
Menjual produk yang sedang paling tren lewat dropship mungkin terlihat seperti jalan yang pasti membawa kesuksesan, tetapi keputusannya tidak sesederhana itu. Menentukan produk unggulan bisa sulit. Dengan masa viral yang singkat, persaingan ketat, dan pasar yang cepat jenuh, dropshipper harus selalu selangkah lebih maju agar peluang mengungguli pesaing tetap sebesar mungkin.
Memahami apa yang membuat produk dropshipping viral sangat penting jika kamu ingin menemukan produk unggulan sejak awal. Mari kita bahas alasan produk menjadi viral, cara mengenali produk yang berpotensi viral, dan cara memilih produk yang tepat untuk dijual sebelum masa viralnya berakhir, terutama bagi pemula.
Faktor yang membuat produk dropshipping viral pada 2026
1. Sesuai dengan tren terkini

Produk tidak harus mengikuti tren untuk menjadi viral. Namun, produk yang sudah memiliki permintaan karena tren lebih berpeluang mengungguli produk yang belum diminati. Produk yang sedang tren atau berkaitan dengan tren terkini umumnya lebih mudah dijual oleh dropshipper. Penjual tidak perlu terlalu banyak meyakinkan dan mengedukasi konsumen, sehingga pembuatan konten bisa lebih mudah. Produk seperti ini juga biasanya lebih cepat menarik perhatian, menjangkau audiens, dan mendapat validasi pasar, serta menghasilkan tingkat konversi yang lebih tinggi.
Namun, ingat bahwa pasar produk yang mengikuti tren bisa menjadi terlalu jenuh jika kamu terlalu lama menunggu untuk menambahkannya ke toko online. Setelah pasar terlalu jenuh, menjual produk tersebut dengan sukses bisa menjadi jauh lebih sulit. Belum lagi tren bisa meredup dengan cepat, terkadang lebih cepat dari perkiraan. Karena itu, jangan buang waktu untuk mulai menawarkan produk yang permintaannya sedang meningkat di toko online-mu.
Tradelle menyediakan alat Current Trends yang dapat membantumu menemukan produk yang sedang tren dan sudah terbukti laku. Dengan begitu, kamu bisa lebih yakin memilih produk yang tepat sebelum peminatnya berkurang. Berbekal data nyata dan pembaruan rutin, alat ini bisa menjadi “trik” terbaik untuk selalu mengetahui apa yang memikat konsumen, tanpa menebak-nebak atau repot mengerjakannya secara manual.
2. Mengatasi masalah atau gangguan umum

Kita semua punya hal-hal kecil yang sering membuat kesal, seperti rumah berantakan, persiapan makanan yang melelahkan, atau sudut yang sulit dijangkau saat bersih-bersih. Meski banyak di antaranya bisa dianggap sebagai “masalah orang yang hidup nyaman”, satu alat atau perangkat sederhana dapat sangat membantu menghemat waktu sekaligus membuat pekerjaan merepotkan atau situasi yang tidak menyenangkan lebih ringan dan lebih efisien ditangani. Jadi, tidak mengherankan jika produk yang mampu mengatasi masalah umum lebih berpeluang viral. Hidup sudah rumit, mengapa tidak dibuat lebih mudah? Begitulah pola pikir banyak konsumen.
Produk pemecah masalah seperti Ear Wax Water Flusher atau Electric Wine Opener Set pasti menarik perhatian konsumen karena fungsi dan kemudahan yang ditawarkan, bukan tampilannya. Misalnya, produk pertama akan menarik bagi orang yang kotoran telinganya mudah menumpuk atau ingin meningkatkan rutinitas perawatan diri. Sementara itu, produk kedua bisa menarik bagi hampir semua pencinta wine, terutama mereka yang sering menjamu tamu atau orang lanjut usia yang mungkin kesulitan membuka botol secara manual.
Konsumen memang aktif mencari produk yang mempermudah hidup. Namun, produk juga berpotensi viral jika mampu mengatasi masalah yang tidak disadari konsumen, atau masalah yang sudah mereka ketahui tetapi belum tahu ada solusinya. Contohnya, Portable Fishing Camera yang memudahkan pemancing menemukan ikan dalam berbagai kondisi air sehingga bisa memancing dengan lebih cerdas. Siapa sangka ada produk di pasaran yang bisa mempermudah kegiatan memancing?
3. Menggugah emosi

Konsumen secara alami lebih tertarik membeli produk yang memicu reaksi emosional. Emosi ini bisa positif, negatif, atau netral, seperti kegembiraan, rasa geli, antusiasme, ketenangan, rasa lapar, nostalgia, empati, rasa bersalah, atau bahkan takut ketinggalan. Emosi tersebut bisa muncul dari pengalaman pribadi atau ketika konsumen memikirkan orang lain, seperti teman dekat, hewan peliharaan, atau anggota keluarga tercinta.
Menurut dua studi pada 2023 yang melibatkan lebih dari 2,000 peserta, 86% konsumen melakukan pembelian berdasarkan satu atau beberapa emosi. Produk yang dibeli mungkin memenuhi kebutuhan emosional yang sudah ada atau sekadar memicu reaksi emosional saat itu. Apa pun pemicunya, produk yang menggugah emosi lebih berpeluang menarik perhatian, terasa bernilai bagi konsumen, mendorong pembelian impulsif, mempercepat proses dari penemuan hingga pembelian, dan secara umum menjadi viral.
Produk yang berpotensi menggugah emosi ada di sekitar kita. Contoh produk sukses yang dapat membangkitkan emosi konsumen antara lain produk bernilai sentimental Baby Clay Footprint, produk bernuansa nostalgia Retro Portable Mini Handheld Game Console, atau produk yang menggugah empati Pet Drying Brush yang memastikan hewan peliharaanmu cepat kembali merasa nyaman setelah mandi. Meski konsumen tidak sedang mencari produk yang menggugah emosi seperti contoh terakhir, mengetahui keberadaannya dapat membangkitkan perasaan yang mendorong pembelian. Dorongan ini bisa mengalahkan logika yang semula mungkin membuat mereka menolak membeli.
4. Menawarkan daya tarik baru

Ada banyak jenis produk yang menarik bagi konsumen, tetapi produk yang unik atau memiliki ciri khas biasanya paling menonjol. Bayangkan produk dengan desain yang tiada duanya, cara tak biasa untuk mengatasi masalah, fitur jenaka atau menggelitik, atau sesuatu yang sekadar membuat orang tertawa. Produk seperti ini bisa terasa menyegarkan di tengah begitu banyak produk yang serupa.
Contoh produk dengan daya tarik baru antara lain Fishing Reel Pendant yang juga bisa dimainkan dengan jari dan memberi sensasi memuaskan, serta DIY Coloring Blanket yang melampaui fungsi biasanya dengan memberi kesempatan untuk menyesuaikan tampilannya sekaligus menjadi hiburan bagi konsumen. Saat melihat produk seperti contoh terakhir, konsumen berpikir, “Aku harus membelinya sebelum habis atau sebelum lupa!” Jika tidak, mereka merasa mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membelinya sama sekali.
Lantas, mengapa produk yang terasa asing atau nyentrik bisa viral? Selain membuat orang berhenti menggulir layar karena tampilan dan/atau cara kerjanya, produk dengan daya tarik baru lebih berpeluang menggugah emosi, langsung memicu rasa penasaran, dan dianggap sangat cocok sebagai hadiah. Ketika ditampilkan dalam konten media sosial, keunikannya cenderung mendukung kinerja konten di algoritma, dengan jumlah pemutaran ulang, pembagian, dan komentar yang sering kali tinggi. Karena itu, produk seperti ini umumnya lebih mudah dipasarkan dibandingkan produk tanpa unsur kebaruan.
5. Ditawarkan dengan harga yang sulit ditolak

Harga bukan satu-satunya faktor penentu apakah produk akan viral. Terkadang harga bahkan menjadi hal terakhir yang dipikirkan konsumen jika produk memiliki fitur lain yang sangat memikat, seperti tampilan unik atau kemampuan kuat untuk menggugah emosi. Namun, harga terjangkau tentu bisa memengaruhi seberapa cepat produk terjual dan akhirnya seberapa cepat produk tersebut mungkin viral. Jika produk juga sesuai dengan tren terkini, peluang popularitasnya meledak di internet akan semakin besar.
Contoh produk murah yang mungkin viral meliputi mainan fidget dan squishy, perlengkapan penataan dapur atau kamar mandi, barang koleksi kecil, alat pijat wajah, mainan atau aksesori perawatan hewan peliharaan, gantungan kunci unik, atau kaus kaki lucu. Konsumen menyukai pembelian yang tidak membuat mereka merasa bersalah karena mengeluarkan uang, meskipun manfaat atau kegunaan produk itu dalam hidup mereka tidak begitu jelas.
Harga terjangkau memang cenderung mendorong pembelian impulsif, menarik audiens lebih luas, dan mempermudah konversi karena risiko pengeluaran bagi konsumen lebih kecil. Namun, bukan berarti pemilik toko Shopify harus menerima margin laba rendah demi menjaga harga produk serendah mungkin. Produk yang memang terjangkau sebaiknya dijual sesuai harga pasar dan digunakan sebagai strategi mendatangkan pengunjung, bukan sebagai komponen utama model bisnis. Untuk memaksimalkan produk viral berharga rendah, pertimbangkan menawarkan versi yang lebih mahal, menjualnya bersama produk pelengkap dalam paket, atau menggunakannya untuk meningkatkan nilai pesanan rata-rata (AOV) pelanggan. Menjual berbagai produk yang selalu dibutuhkan dengan margin laba yang baik tetap penting.
6. Sesuai dengan musim

Tidak semua produk harus sesuai dengan musim untuk menjadi viral. Namun, produk yang relevan dengan cuaca saat ini dan/atau hari raya yang akan datang dapat membantu meningkatkan minat terhadap toko online-mu karena kebutuhan musiman yang waktunya terbatas. Gabungan permintaan musiman yang tinggi dan lonjakan perhatian konsumen dapat menghasilkan produk viral dengan peluang yang singkat. Dropshipper sebaiknya mempertimbangkan untuk memanfaatkan peluang tersebut secepat mungkin.
Produk musiman bisa mencakup dekorasi hari raya, jaket musim dingin, pakaian renang, kipas portabel, alat pemanas, hadiah kecil untuk kaus kaki Natal, kostum dan aksesori Halloween, hadiah untuk Hari Valentine, peralatan berkebun, dan perlengkapan masuk sekolah. Mengaitkan produk musiman dengan tren terkini berpotensi meningkatkan peluang viralnya lebih jauh agar hasilnya maksimal.
Banyak produk viral memiliki peminat musiman dengan jangka waktu terbatas. Ini semakin menegaskan bahwa dropshipper harus selalu sigap. Perilaku pelanggan bisa berubah cepat, pesaing bisa muncul tiba-tiba, perubahan algoritma bisa merugikan, dan tingkat viralnya produk benar-benar bisa berubah dalam semalam. Produk musiman lebih mungkin cepat kehilangan momentumnya dibandingkan produk yang selalu dibutuhkan, sehingga dropshipper perlu semakin waspada.
Hal yang perlu diperhatikan untuk menilai potensi viral produk
Memulai dan menjalankan bisnis dropshipping memang membutuhkan seni tersendiri. Setiap langkahmu dapat berdampak besar pada kemampuan menjual suatu produk, mulai dari harga yang ditetapkan hingga pilihan kata dalam deskripsi produk.
Namun, mari mundur sejenak. Bagaimana cara memilih produk yang tepat? Lebih penting lagi, bagaimana kamu tahu suatu produk akan viral sebelum menambahkannya ke toko online-mu?
Jika ciri-ciri berikut terpenuhi, kamu mungkin baru saja menemukan produk yang sangat berpotensi membuat orang berhenti menggulir layar.
1. Memicu rasa penasaran sekilas (aturan tiga detik)
Saat memilih produk untuk ditambahkan ke toko online, kamu harus berpikir dari sudut pandang konsumen. Rentang perhatian mereka singkat, jadi produk harus segera memicu rasa penasaran dan ketertarikan.
Menurut American Marketing Association, kesan pertama konsumen biasanya terbentuk hanya dalam 50 milidetik. Dengan rata-rata rentang perhatian yang kini hanya delapan detik, lebih pendek daripada ikan mas, dropshipper dituntut menarik minat audiens dalam hitungan detik.
Pegang aturan tiga detik. Jika sebuah produk membuatmu langsung berhenti dalam waktu sesingkat itu, konsumen kemungkinan juga akan berhenti dan memperhatikannya. Namun, apa yang membuat produk mampu menghentikan orang saat menggulir layar? Tampilan yang khas, fungsi yang jelas, desain yang unik atau memuaskan, serta rasa penasaran dapat memicu minat konsumen dalam sekejap. Jika produk dan kontenmu tidak memenuhi aturan kesan sekilas ini, daya tarik perhatiannya bisa lemah dan potensi viral secara organik pun berkurang.
2. Produknya sedang membanjiri TikTok
Algoritma TikTok menggabungkan minat masing-masing pengguna, kinerja video, dan relevansi tren. Berkat kecepatan algoritma TikTok yang terus berubah, masukan dan data produk tersedia dengan jeda lebih singkat dibandingkan alat riset tradisional. Karena itu, platform media sosial ini dapat membantu dropshipper dengan cepat mengenali sinyal permintaan saat ini untuk produk yang sedang tren atau viral.
Dropshipper dapat mengukur tren produk di TikTok dengan memperhatikan jumlah penggunaan tagar, kecepatan pertumbuhan interaksi pada video produk, dan daftar produk yang sedang tren melalui TikTok Creative Center.
Selain memperjelas tren terkini, menggunakan TikTok selama riset produk dapat membantu pemilik toko online menilai dengan mudah cara memasarkan produk di aplikasi tersebut. TikTok juga dapat membantu menilai tingkat kejenuhan pasar suatu produk dan tanggapan konsumen terhadapnya.
3. Ada sesuatu yang terasa baru atau berbeda
Konsumen bosan melihat produk dan ide yang sama diulang terus-menerus. Meski pengulangan lazim dan wajar dalam bisnis, bahkan sehat hingga batas tertentu, banyak produk yang berpotensi viral memiliki unsur baru atau unik.
Saat mencari produk yang berpotensi viral untuk toko online-mu, ajukan pertanyaan berikut kepada diri sendiri:
- Apakah produk ini menawarkan sentuhan unik pada produk yang sudah ada?
- Apakah produk ini memiliki fitur tersembunyi atau tak terduga?
- Apakah demonstrasinya membuat orang terkejut atau kagum?
- Apakah terlihat perubahan yang jelas antara sebelum dan sesudah menggunakan produk ini?
- Apakah produk ini membuatmu ingin menunjukkannya kepada orang lain (“Lihat ini!”)?
- Apakah produk ini bisa dianggap inovatif atau canggih dibandingkan produk sejenis di pasaran?
Makin banyak pertanyaan di atas yang bisa kamu jawab “ya”, makin besar kemungkinan produk tersebut cepat mendapat perhatian konsumen.
4. Cocok untuk berbagai sudut penyajian konten
Saat menjalankan toko online, kamu perlu melihat produk dari sudut pandang konsumen sekaligus dropshipper.
Pembuatan konten berperan penting dalam kesuksesan pemilik toko online. Karena itu, kamu perlu menilai apakah produk cocok untuk berbagai sudut penyajian konten, atau dengan kata lain, dapat ditampilkan dalam beragam jenis video dan pembuka yang menarik perhatian. Produk seperti ini lebih berpeluang menjadi dan/atau tetap viral. Produk yang fleksibel untuk beragam konten juga dapat membantu mencegah kebosanan audiens, membuka lebih banyak peluang konten organik, meningkatkan ketepatan penargetan audiens, dan memperpanjang masa laku produk.
Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah produk cocok untuk berbagai sudut penyajian konten? Biasanya, produk seperti ini mengatasi lebih dari satu masalah, mudah didemonstrasikan dengan hasil yang memuaskan, menunjukkan perubahan jelas antara sebelum dan sesudah penggunaan, dan/atau bisa dikaitkan dengan berbagai ceruk pasar.
5. Statistiknya menjanjikan
Statistik tidak berbohong. Meski dropshipper mungkin enggan mengakuinya, memperhatikan statistik yang “membosankan” itu sangat penting. Salah satu kesalahan umum pemilik toko online adalah baru memperhatikan statistik setelah mereka mulai menawarkan produk di toko. Padahal, melihat berbagai metrik sebelumnya sama pentingnya.
Saat menilai apakah produk berpotensi atau sedang viral, perhatikan:
- Volume pencarian
- Tayangan/komentar TikTok
- Rating rata-rata
- Harga dari pemasok
- Perkiraan harga jual
- Margin laba
- Tingkat persaingan
Meski sebagian besar pemeriksaan tadi perlu kamu lakukan secara manual, Tradelle memiliki berbagai alat riset produk untuk membantumu menilai permintaan produk, kejenuhan pasar, target audiens, dan metrik penting lainnya dengan cepat.
Tanya jawab: produk dropshipping viral
1. Apa kesamaan produk yang viral?
Tidak ada dua produk yang viral karena alasan yang persis sama. Namun, produk viral sering mendapat perhatian karena membantu mengatasi masalah, menawarkan daya tarik baru, sesuai dengan tren terkini, dan/atau menggugah emosi.
2. Produk apa yang biasanya viral?
Produk yang sering viral antara lain perangkat pemecah masalah, produk dan alat kecantikan, produk hewan peliharaan, barang yang membuat orang takjub, serta aksesori mobil.
3. Bagaimana cara mengetahui jika pasar suatu produk sudah terlalu jenuh?
Pasar suatu produk sudah terlalu jenuh ketika muncul tanda kebosanan terhadap konten, produk membanjiri pasar, dan komentar konsumen menunjukkan kekesalan atau hilangnya minat. Namun, tanda-tanda kejenuhan terkadang tidak terlihat jelas. Alat analisis produk di Tradelle dapat membantumu memantau persaingan ribuan produk dengan mudah, semuanya di ujung jari.
4. Bolehkah saya menguji lebih dari satu produk viral sekaligus?
Boleh! Jika dilakukan secara strategis, menguji beberapa produk viral sekaligus bisa menjadi langkah bijak. Jumlah idealnya adalah dua hingga lima produk viral dalam satu waktu. Lebih dari itu bisa berisiko dalam hal pengendalian anggaran dan peningkatan kapasitas operasional secara cepat untuk mengimbangi lonjakan penjualan.
5. Berapa lama produk tetap viral?
Setiap produk memiliki “masa hidup” popularitas yang berbeda. Produk yang viral biasanya mengalami lonjakan terbanyak dalam beberapa minggu pertama, lalu mulai menurun sekitar bulan kedua hingga keenam. Produk pemecah masalah dengan permintaan yang bertahan sepanjang waktu cenderung memiliki masa viral paling lama.
Strategi memilih produk yang tepat untuk dropship
Memanfaatkan tren sebagai dropshipper mungkin terlihat mudah, tetapi meraih peluang produk viral dengan cepat dan tepat membutuhkan keterampilan yang cermat. Saat merasa sudah beruntung menemukan produk yang tepat untuk dijual, kamu bisa segera menyadari bahwa pasarnya ternyata lebih jenuh dari perkiraan atau popularitas viralnya sudah mulai mereda. Akibatnya, tingkat konversi bisa rendah dan biaya iklan tinggi, hingga kamu menyesal telah mencoba menjual produk viral sejak awal.
Namun, masih ada harapan. Dengan strategi penemuan tren yang tepat dan kemampuan menguji produk dengan cepat, dropshipper berpotensi unggul. Kuncinya adalah menggunakan alat riset produk yang sesuai, memperhatikan data yang tepat, serta merespons tren produk secara strategis dan secepat mungkin.
Butuh bantuan memilih produk yang berpotensi viral untuk toko online-mu? Tradelle siap membantu. Bergabunglah dengan Tradelle hari ini untuk mengetahui tren konsumen terbaru dan mencari produk yang layak dijual lewat dropship.





