Tradelle
MasukMulai gratis

Cara menggunakan Google Trends untuk dropshipping

14 menit bacaDiterbitkan:
Cara menggunakan Google Trends untuk dropshipping
Coba Tradelle
Temukan produk unggulan untuk dijual, analisis pesaing dan otomatisasikan tokomu.
Mulai gratis

Google Trends adalah alat yang wajib kamu gunakan sebagai dropshipper. Selain gratis, alat ini menyediakan banyak informasi yang bisa kamu gunakan untuk mengambil keputusan bisnis berdasarkan data.

Dalam artikel ini, saya akan membahas:

  • Google Trends dan kegunaannya
  • Cara menggunakan Google Trends untuk menemukan ceruk dan produk potensial
  • Cara terbaik untuk mengotomatiskan toko dropshipping-mu

Google Trends adalah alat riset yang terutama digunakan untuk melihat kata kunci yang sedang tren dalam pencarian dan tingkat minat terhadap suatu kata kunci. Google Trends mengambil data dari mesin pencari Google Search, Google Image Search, Google News Search, dan YouTube Search.

Berikut contoh hasil pencarian di Google Trends:

Kata kunci yang saya gunakan adalah “cologne”, lalu saya mengatur filter ke seluruh dunia, 12 bulan terakhir, semua kategori, dan hanya pencarian web.

Grafik garis yang kamu lihat menunjukkan minat penelusuran untuk kata kunci ini di seluruh dunia selama 12 bulan terakhir. Sumbu X menunjukkan waktu dari Desember hingga Desember, sedangkan sumbu Y menunjukkan skor minat.

Angka yang kamu lihat di sebelah kiri, pada sumbu Y, bukanlah jumlah pencarian sebenarnya di Google Search. Angka ini berkisar dari 0 hingga 100 dan menunjukkan skor minat. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi minatnya.

Grafik tersebut memperlihatkan tren minat terhadap kata kunci “cologne”. Kita bisa menyimpulkan bahwa minat terhadap kolonye di seluruh dunia lebih tinggi pada Desember dibandingkan bulan lainnya.

Google Trends sangat bagus untuk riset dropshipping dan kata kunci. Untuk dropshipping, kamu bisa menggunakannya untuk menentukan produk yang layak ditambahkan ke tokomu. Jika minat terhadap kata kunci suatu produk rendah, tidak ada gunanya menjual produk tersebut.

Carilah kata kunci produk dengan skor minat yang tinggi dan konsisten dari waktu ke waktu. Jika menemukan kata kunci seperti itu, kamu tahu bahwa permintaan terhadap produk tersebut tinggi. Selanjutnya, kamu bisa mulai mencari pemasok dan menjualnya di toko online-mu.

Berikut manfaat lain Google Trends untuk dropshipping:

  • Gratis digunakan: kamu tidak perlu membayar langganan bulanan untuk menggunakan Google Trends. Alat ini menyediakan data statistik dari beberapa kanal beserta informasi berharga tentang kinerja kata kunci pilihanmu.
  • Data seluruh dunia: kamu bisa melihat data seluruh dunia atau memilih negara tertentu saja. Selain grafik yang saya tunjukkan tadi, kamu juga bisa melihat tingkat minat terhadap kata kunci yang sama di beberapa wilayah. Cukup gulir ke bawah untuk melihat negara yang paling sering menggunakan atau mencari kata kunci tersebut.
  • Data terkait: di bawah grafik utama terdapat tabel kueri yang berkaitan dengan kata kuncimu. Tabel ini bisa memberimu ide tentang kata-kata terkait yang dicari orang. Misalnya, kata kunci yang berkaitan dengan “cologne” adalah cupid cologne, aqua media cologne forte, YSL myself cologne, dan sebagainya.
  • Optimasi kampanye: kamu bisa mengoptimalkan kampanye iklan, bahkan judul dan deskripsi produk, dengan menggunakan hasil dari alat ini. Misalnya, tidak ada gunanya menggunakan kata kunci dengan tingkat minat rendah dalam judul dan deskripsi produkmu.

Pada dasarnya, kamu bisa menggunakan Google Trends untuk mengambil keputusan bisnis berdasarkan data. Google Trends sejauh ini merupakan alternatif gratis terbaik untuk alat pemantau kompetitor dan alat pencarian produk berbayar.

Saya akan membagi pembahasan ini menjadi dua. Pertama, kita akan membahas cara menggunakan Google untuk menemukan ceruk dan istilah pencarian potensial. Setelah itu, kita akan membahas cara menggunakan Google Trends untuk menemukan produk potensial.

Langkah pertama untuk menemukan ceruk potensial adalah memulai dari kategori yang luas. Misalnya, saya ingin menjual sepatu. Dalam contoh ini, saya akan mengetik kata “shoes” di Google Trends.

Seperti yang kamu lihat, minat terhadap kata kunci ini tinggi, dengan skor minat tidak kurang dari 75 di seluruh dunia selama 12 bulan terakhir. Dari sini, saya bisa mengatakan bahwa minat dunia terhadap sepatu sangat besar, sehingga sepatu menjadi produk yang selalu diminati dan sangat bisa diandalkan. Untuk beberapa contoh lainnya, lihat daftar rekomendasi kami tentang produk dropshipping yang selalu diminati dan bisa diandalkan!

Selanjutnya, saya ingin menentukan jenis sepatu yang dicari orang. Untuk itu, saya akan menggulir ke bawah hingga menemukan bagian Kueri terkait.

Dari sini, saya bisa melihat bahwa minat terhadap lima jenis sepatu sedang meningkat. Meningkat berarti tren kata kunci tersebut sedang naik, yaitu makin banyak orang menggunakannya di Google.

Berikut beberapa hal penting yang bisa kita ketahui:

  • Sepatu Ja Morant adalah sepatu basket. Ja Morant merupakan pemain NBA
  • Jayson Tatum juga merupakan bintang NBA
  • Amiri adalah perancang busana yang menjual sepatu sneakers pria. Harga setiap pasangnya sekitar $1,000!
  • Vivaia adalah toko busana wanita

Seperti yang kamu lihat, ada kesamaan di sini: sepatu sneakers dan sepatu basket. Karena itu, saya akan mempertimbangkannya sebagai ceruk untuk diteliti lebih lanjut.

Cara lain untuk menelusuri ceruk lebih dalam adalah membuka menu pilihan Meningkat dan mengubahnya menjadi Teratas. Kamu akan mendapatkan hasil yang berbeda.

Seperti yang kamu lihat di sini, ada ceruk lain yang bisa kita teliti. Minat terhadap Nike sangat tinggi. Kita bisa menyimpulkannya karena Nike memiliki skor 100. Kata kunci “on shoes” sedikit membingungkan, tetapi dengan sedikit riset kita akan tahu bahwa ON adalah merek sepatu, lagi-lagi untuk sepatu sneakers.

Dari sini, kita bisa melakukan riset lebih lanjut. Jika saya mengetik beberapa kata kunci untuk membandingkan skor minatnya, inilah hasilnya:

Seperti yang kamu lihat, minatnya tinggi pada Desember 2022, tetapi setelah itu tidak pernah pulih. Saya bisa mengatakan bahwa tren produk-produk ini sudah berakhir, dan saya tidak akan merekomendasikan ceruk tersebut.

Lalu, saya mengetik kata kunci baru dan mendapatkan hasil berikut:

Sekarang arahnya mulai jelas. Nike merupakan merek yang dominan untuk sepatu. Minat terhadap sepatu wanita dan sepatu hitam juga cukup tinggi dan konsisten. Kita tidak bisa menjual produk Nike melalui dropshipping, jadi kita akan melewatinya. Sebagai gantinya, kita akan berfokus pada sepatu hitam atau sepatu wanita.

Ceruk kita adalah sepatu wanita atau sepatu hitam. Mengapa? Karena kita tahu ada permintaan di ceruk tersebut. Kita hanya perlu mencari tahu jenis sepatu yang dimaksud. Dalam contoh ini, kita akan berfokus pada sepatu wanita saja.

Setelah menemukan ceruk, langkah selanjutnya adalah menentukan produk spesifik yang akan dijual secara online. Pertama, saya akan mengumpulkan ide dan membuat daftar beberapa jenis produk wanita. Kamu juga bisa menggunakan Google Search untuk mendapatkan daftar serupa.

Berikut daftar saya:

  • Sepatu stiletto
  • Sepatu hak tinggi
  • Sepatu datar wanita
  • Sepatu karet wanita
  • Sandal wanita
  • Sepatu bot wanita

Saya tidak akan menampilkan hasil untuk semua kata kunci ini. Saya hanya akan menunjukkan contoh cara menemukan produk potensial dalam ceruk ini.

Prosesnya sama. Ketik beberapa kata kunci di Google Trends untuk membandingkannya. Inilah hasil yang saya dapatkan:

Dari tren ini, kita bisa mengatakan bahwa permintaan terbesar ada pada sepatu bot. Namun, permintaannya hanya melonjak selama liburan akhir tahun.

Untuk saat ini, mari hapus sepatu datar dan sepatu karet karena minatnya rendah. Permintaan terhadap sepatu ini sedikit.

Berikut grafik barunya:

Garis biru menunjukkan sepatu hak tinggi. Garis merah menunjukkan sepatu bot.

Garis biru menunjukkan permintaan yang konsisten sepanjang tahun. Artinya, orang menggunakan kata kunci ini untuk mencari sepatu hak tinggi, dan skornya selalu berada di antara 25 dan 50. Permintaannya memang tidak terlalu tinggi, tetapi konsisten.

Di sisi lain, kita bisa melihat bahwa permintaan sepatu bot hanya tinggi selama musim liburan. Mengapa? Karena musim dingin. Orang memakai sepatu bot untuk melindungi kaki dari salju.

Jadi, kita bisa menjual sepatu hak tinggi, lalu menambahkan sepatu bot selama musim liburan untuk mendongkrak penjualan di akhir tahun.

Itulah cara menggunakan Google Trends untuk mencari produk dropshipping potensial. Langkah berikutnya adalah menemukan pemasok dropshipping untuk sepatu tersebut. Kamu bisa melakukannya dengan mencari produknya di Tradelle.

Perhatikan tren musiman

Setiap ceruk memiliki tren musiman yang perlu kamu perhatikan. Prosesnya mirip dengan yang saya tunjukkan tadi. Namun, kita perlu mengatur rentang waktu riset tren pencarian kita menjadi lima tahun. Di bagian ini, saya akan menunjukkan tiga contoh produk musiman.

Produk tersebut adalah:

  • Lampu Natal
  • Alat pembersih serat pakaian
  • Perlengkapan berkemah

Tujuan latihan ini adalah memahami cara mengenali tren produk yang muncul pada musim tertentu. Dengan begitu, kamu bisa lebih dulu bergerak dibandingkan kompetitor dan mempromosikan produk yang relevan bahkan sebelum musimnya dimulai.

1. Lampu Natal

Berikut tren untuk lampu Natal:

Grafik garis ini menunjukkan puncak dan titik rendah yang jelas. Saya menandai bagian puncak yang menunjukkan saat minat terhadap Natal sangat tinggi. Minat terhadap produk ini mencapai puncaknya pada Desember.

Perhatikan ini:

Pada minggu pertama Januari, minatnya sudah turun hingga hampir nol (skornya 4). Alasannya mudah dipahami. Tidak ada yang menghias rumah untuk Natal setelah Januari.

Sekarang perhatikan ini:

Tren atau minat mulai meningkat pada Oktober. Jika kamu mengarahkan kursor ke puncak dan titik rendah lainnya, kamu akan melihat pola yang sama dari tahun ke tahun. Orang mulai mencari lampu Natal pada Oktober untuk persiapan Desember.

Sebagai dropshipper, kamu bisa memanfaatkan informasi ini dengan memasang lampu Natal di tokomu sejak Oktober. Kamu bisa mencari pemasok sejak September, menyiapkan rencana pemasaran, lalu meluncurkan produknya pada Oktober.

2. Alat pembersih serat pakaian

Selanjutnya, mari lihat alat pembersih serat pakaian. Kamu mungkin mengira ini bukan produk musiman, tetapi data Google Trends menunjukkan sebaliknya. Perhatikan ini:

Menariknya, minat terhadap alat pembersih serat pakaian juga mencapai puncak selama musim liburan. Berikut tangkapan layarnya:

Mengapa orang mencari alat pembersih serat pakaian selama dan setelah liburan? Karena saat musim dingin, orang memakai baju hangat yang biasanya terbuat dari wol atau katun. Saat pakaian ini dicuci, serat menempel padanya seperti logam yang menempel pada magnet. Karena itu, mereka membutuhkan alat pembersih serat untuk membersihkan pakaian tersebut.

Dengan informasi ini, kamu bisa bersiap menjual alat pembersih serat pakaian lebih awal. Jika mau, kamu bahkan bisa menjualnya dalam satu paket dengan lampu Natal karena tren keduanya mulai naik pada waktu yang sama.

3. Perlengkapan berkemah

Contoh terakhir yang akan kita lihat adalah perlengkapan berkemah. Berikut hasil dari Google Trends:

Seperti yang kamu lihat, data ini juga memiliki puncak dan titik rendah. Jika kamu mengarahkan kursor ke puncak-puncak tersebut, kamu akan melihat bahwa puncaknya terjadi pada Juli hingga Agustus.

Ini sangat masuk akal karena musim panas berlangsung dari Juni hingga September. Selain melihat trennya, saya juga sangat menyarankanmu menggulir halaman hasil ke bawah dan melihat tren per negara, seperti ini:

Dari sini, kita tahu bahwa upaya dropshipping kita sebaiknya difokuskan pada lima negara ini, yang bahkan tidak mencakup Amerika Serikat.

Sebagai penutup bagian ini, saya menyarankanmu mencoba berbagai pengaturan rentang waktu pencarian kata kunci, negara, dan kueri terkait. Dengan cara ini, kamu bisa menggali lebih dalam minat di negara tertentu pada suatu musim.

Google Trends sangat bagus untuk menemukan ceruk dan produk dropshipping potensial, tetapi ada cara yang lebih baik: alat otomatisasi seperti Tradelle.

Tradelle adalah pemasok dropshipping sekaligus alat riset dan impor produk yang memungkinkanmu mengotomatiskan seluruh proses bisnis dropshipping-mu.

Dengan Tradelle, kamu bisa menikmati fitur dan manfaat berikut:

  • Product Picks: sistem ini memberimu akses ke produk potensial. Kamu bisa menggunakannya untuk mencari produk dropshipping dan data terkait, seperti biaya produk, rekomendasi harga jual, ongkos kirim, situs pemasok, tingkat kejenuhan permintaan, dan banyak lagi. Cukup ketik kata kunci, lalu alat ini akan menampilkan produk yang berkaitan dengan kata kunci tersebut.
  • Current Trends: bagian ini menyediakan daftar produk dan grafik yang menunjukkan kinerja produk tersebut di pasar. Alih-alih mencari skor minat di Google Trends, ketik kata kunci di Tradelle untuk melihat semua produk terkait beserta kinerjanya di pasar. Proses pencarian Tradelle bisa menghemat banyak waktumu dibandingkan menggunakan Google Trends.
  • Fulfillment dan otomatisasi: kamu bisa mengintegrasikan toko Shopify-mu dengan Tradelle. Setelah itu, impor produk dari Tradelle ke toko Shopify-mu. Jika pelanggan memesan dari toko Shopify-mu, Tradelle akan menerima pemberitahuan, lalu pemasok akan mengirimkan barangnya kepada pelangganmu.

Cara mengotomatiskan dropshipping dengan Tradelle

Otomatisasi benar-benar semudah ini. Untuk memulai, kamu harus memiliki toko Shopify dan akun Tradelle. Tradelle menyediakan akun gratis, dan kamu bisa mulai dengan akun tersebut untuk mencobanya.

Setelah masuk ke dashboard Tradelle, klik tautan Fulfillment di panel kontrol sebelah kiri, lalu klik Hubungkan Shopify.

Selanjutnya, sebuah jendela pop-up akan muncul. Klik Hubungkan toko.

Langkah berikutnya adalah mengetik URL Shopify-mu yang menggunakan nama domain Shopify. Jangan mengetik nama domain bisnismu. Kamu memerlukan URL Shopify agar sistem Tradelle dan Shopify bisa saling berkomunikasi.

Setelah selesai, klik tombol Hubungkan.

Integrasi kedua platform kini selesai. Kamu bisa mulai mengimpor produk dari Tradelle ke Shopify.

Detail produk beserta semua gambar dan video kini akan ditampilkan di toko Shopify-mu agar bisa dilihat pengunjung. Jika pengunjung menyelesaikan pembelian, kamu tidak perlu lagi membuat pesanan tersebut secara manual di Tradelle. Prosesnya sepenuhnya otomatis. Tradelle akan mengetahui jika ada pesanan masuk dan menangani pengiriman barangnya.

Bagaimana cara mengikuti tren dropshipping?

Kamu bisa menggunakan alat seperti Tradelle untuk mengikuti tren dropshipping. Selain itu, kamu juga bisa mengikuti kanal media sosial toko dropshipping yang menjual produk di cerukmu.

Bagaimana cara menemukan barang yang sedang tren untuk dropshipping?

Kamu bisa menemukan barang untuk dijual melalui dropshipping dengan perangkat lunak yang disebut basis data produk, alat pemantau iklan, dan alat pemantau toko Shopify. Beberapa contohnya adalah SaleHoo, Tradelle, dan Spocket.

Untuk menemukan produk dropshipping dengan Google Trends, ketik kata kunci ke dalam alat tersebut lalu nilai tingkat minat terhadap kata kunci itu.

Bagaimana cara melakukan dropshipping dari Google?

Kamu tidak bisa melakukan dropshipping dari Google, tetapi kamu bisa beriklan di platform Google. Kamu bisa memilih untuk beriklan di blog, kanal YouTube, serta aplikasi atau gim di platform Android.

Penutup

Langkah selanjutnya yang saya sarankan adalah mendaftar akun gratis di Tradelle. Setelah itu, kamu bisa menggunakan Google Trends untuk menemukan topik, ceruk, atau produk yang sedang tren. Catat kata kunci produk dengan angka statistik tertinggi.

Lalu, buka Tradelle dan ketik kata kunci yang sama. Tradelle akan menampilkan produk spesifik beserta detailnya. Sekarang kamu tinggal memilih produk yang ingin diimpor ke toko Shopify-mu!

Coba Tradelle
Temukan produk unggulan untuk dijual, analisis pesaing dan otomatisasikan tokomu.
Mulai gratis

Aaron Matthew Ang

Aaron Matthew Ang
E-Commerce Writer at Tradelle
Bagikan:
Coba Tradelle
Temukan produk unggulan untuk dijual, analisis pesaing dan otomatisasikan tokomu.
Mulai gratis

Jelajahi artikel terpopuler seputar e-commerce

  • Apa itu dropshipping dan bagaimana cara memulainya?

    Umum
    Apa itu dropshipping dan bagaimana cara memulainya?
    Pahami dropshipping dan langkah memulai bisnis online sendiri
    16 menit baca
  • Panduan menemukan produk unggulan di AliExpress

    Riset produk
    Panduan menemukan produk unggulan di AliExpress
    Temukan strategi terbaik untuk mengenali produk yang banyak diminati dan menguntungkan di AliExpress
    15 menit baca
  • 13 cara mendatangkan pengunjung ke toko dropshipping-mu

    Pemasaran
    13 cara mendatangkan pengunjung ke toko dropshipping-mu
    Pelajari strategi untuk mendatangkan pengunjung ke tokomu, termasuk cara beriklan yang efektif
    23 menit baca
  • 12 cara meningkatkan penjualan Shopify

    Optimasi toko
    12 cara meningkatkan penjualan Shopify
    Pelajari berbagai cara yang terbukti meningkatkan penjualan tokomu
    16 menit baca

Jangan berbisnis dropship ala 2017

Bayangkan ada yang bertanya siapa pemasokmu, lalu kamu harus menjawab bahwa pemasokmu adalah agen pribadi, AliExpress, atau alat otomatisasi yang sekadar membelikan produk dari AliExpress untukmu. Sekarang sudah 2026. Pelanggan, pendapatan, dan labamu akan sama-sama diuntungkan.